Pilpres 2024 Itu Tak Lagi Sama

- 30 Mei 2023, 22:45 WIB
Ilustrasi Pemilu - Pemilihan umum (Pemilu) terbuka diisukan diganti menjadi Pemilu tertutup. Mantan Presiden SBY menegaskan jika hal tersebut terjadi, hanya akan menimbulkan Chaos Politik
Ilustrasi Pemilu - Pemilihan umum (Pemilu) terbuka diisukan diganti menjadi Pemilu tertutup. Mantan Presiden SBY menegaskan jika hal tersebut terjadi, hanya akan menimbulkan Chaos Politik /

 

Penulis : Yusmar Abdillah (pemerhati pemilu)

Bagi sebagian kalangan ada yang menganggap bahwa dalam politik itu tidak perlu terlalu vulgar, harus terkesan misterius dan tidak gampang ditebak namun tetap mengedepankan efek dinamis. 

Namun dalam menyongsong pemilu dan pilpres 2024 ini secara tidak langsung terjadi pergeseran gaya politik yang dipakai oleh para elit parpol sehingga metode agar kesan misterius itu sendiri seolah-olah mulai pudar seiring berjalannya waktu.

Kita mulai dengan penetapan capres 2024. Partai Gerindra adalah partai pertama yang mengumumkan pencapresan pak Prabowo sebagai capres 2024, dan sejauh pengalamannya dalam hal isu pencapresan ini Partai Gerindra bisa dinilai cukup tegas jika terkait dengan isu capres, dan hal ini juga sudah dibuktikan sejak pilpres 2014 yang lalu.

Baca Juga: Andi Ritamariyani Sebut Pencanangan Sekolah Lansia di Wajo Pertama di Sulsel

Selanjutnya ada juga nama Anies Baswedan yang dideklarasikan oleh Partai Nasdem sebagai capres yang akan diusungnya dalam pilpres 2024. Meskipun di awal isu pencapresannya tersebut cukup hangat karena adanya pernyataan sebelumnya yang tidak akan bertanding dalam perhelatan pilpres jika harus berhadapan dengan pak Prabowo, meskipun begitu pada akhirnya Anies Baswedan tetap maju menjadi capres dari partai Nasdem.

Baca Juga: Pembina UKS Madrasah Sehat Kabupaten Luwu Timur Ikut Orientasi Fasilitator Aksi Bergizi

Terakhir ada nama Ganjar Pranowo, dengan latar belakang sebagai capres dari partai penguasa yakni PDIP, pengumuman terkait capres PDIP ini tentunya menjadi salah satu sorotan utama, namun ada sebuah fenomena menarik manakala PDIP mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai capresnya pada 21 Maret 2023 yang lalu. Selama ini PDIP kerap dikenal dengan predikat sebagai partai last minute yang sudah menjadi icon PDIP dalam setiap menentukan keputusan politiknya. 

Baca Juga: Ratusan Guru SD di Luwu Utara Ikut Desiminasi Revitalisasi Bahasa Daerah

Seperti halnya pada tahun 2014 yang lalu nama Joko Widodo diumumkan sebagai capres 2024 itu tepat satu bulan sebelum pemilu atau 4 bulan sebelum pergelaran pilpres 2014 dilaksanakan, namun khusus terkait capres 2024 ini nama Ganjar Pranowo di deklarasikan 10 bulan menjelang pemilu dan pilpres 2024.

Adanya pergeseran gaya politik yang ditampilkan para elit parpol ini secara tidak langsung juga merubah persepsi publik. Salah satunya jika mengacu kepada dua kali perhelatan pilpres kebelakang ada perbedaan mendasar yang dianggap sangat krusial terkait penetapan capres yang didukungnya tersebut. 

Baca Juga: 8 Mahasiswi Cantik Universitas Cokroaminoto Praktek Kerja di Diskominfo Luwu Utara

Gerindra menunjukan sikap konsistensinya dalam mengusung Prabowo sejak awal, sementara bagi Nasdem ini adalah kali pertama mengusung capresnya sendiri, yang berbeda justru PDIP yang sudah berpengalaman menang dua kali berturut-turut malah terlihat panik dengan keluar dari pakem gaya politiknya sendiri tentang last minute tadi.

Ibarat nasi sudah jadi bubur, pergeseran gaya politik ini yang sudah dituangkan dalam sebuah keputusan resmi tidak mungkin juga bisa dirubah kembali, namun apapun itu yang jelas dalam menyongsong pilpres 2024 ini publik disuguhkan atas keterbukaan informasi tentang politik terkait isu capres 2024 ini, untuk itu yang ditunggu publik selanjutnya adalah bagaimana para elit parpol ini akan memberikan bumbu terhadap buburnya tersebut yang tidak lain adalah tentang isu siapa yang akan menjadi pendamping capresnya.

***

 

Editor: Usman, S.Pd


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x