Instagram Uji Coba Fitur Buramkan Pesan Foto Vulgar, Lindungi Anak-Anak dari Kejahatan Siber

- 13 April 2024, 08:27 WIB
Ilustrasi login Instagram.
Ilustrasi login Instagram. /Freepik/jannoon028/

SUARA SOPPENG - Instagram dikabarkan akan menguji coba fitur baru di media sosial Instagram untuk mencegah penyebaran konten sensitif dengan memburamkan pesan berupa gambar yang terdeteksi mengandung unsur vulgar.

Dilansir dari Economic Times, fitur tersebut dihadirkan guna melindungi anak-anak dan remaja dari konten vulgar serta mencegah potensi modus kejahatan digital scamming menjerat mereka.

Pihak Meta mengatakan bahwa fitur proteksi di Instagram tersebut menggunakan mesin pembelajaran dalam perangkat untuk menganalisa apakah gambar yang dikirim melalui media sosial tersebut mengandung unsur vulgar atau tidak.

Baca Juga: WhatsApp, Instagram, dan Messenger Bisi Pakai Chatbot, Meta AI Ujicobakan di Dua Negara

Fitur ini akan aktif secara otomatis untuk pengguna yang berusia di bawah 18 tahun dan Meta akan memberitahukan orang dewasa untuk mendorong mereka terus mengaktifkan fitur perlindungan tersebut.

"Karena gambar dianalisa oleh perangkat itu sendiri, proteksi konten vulgar juga akan bekerja pada pesan yang terenkripsi secara end-to-end, di mana Meta tidak memiliki akses terhadap gambar ini, kecuali seseorang melaporkannya kepada kami," ucap Meta dalam keterangannya.

Tidak seperti media sosial Meta yang lain yakni Messenger dan WhatsApp, pesan langsung pada Instagram tidak terenkripsi. Namun, perusahaan teknologi tersebut berencana untuk menerapkan enkripsi pada layanan media sosial tersebut.

Meta juga mengungkapkan bahwa saat ini mereka sedang mengembangkan teknologi yang dapat membantu mengidentifikasi akun yang berpotensi melakukan penipuan dengan kedok menawarkan konten-konten dewasa.

Meta juga tengah menguji coba fitur pesan pop-up yang akan muncul apabila penggunanya berinteraksi dengan akun penipuan tersebut.

Diketahui saat ini Meta tengah menghadapi tekanan di Amerika Serikat dan Eropa karena tuduhan bahwa media sosial buatannya menimbulkan adiksi dan menyebabkan permasalahan kesehatan mental kepada anak di bawah umur.

Halaman:

Editor: Ikbal Tawakal


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah